Selamat Datang di Aplikasi Sapa Praja Provinsi Sulawesi Tenggara

Cerita Honorer Polisi Pamong Praja, Bisnis Ikan Cupang Meningkat Diawal Pandemi

Cerita Honorer Polisi Pamong Praja, Bisnis Ikan Cupang Meningkat Diawal Pandemi

SapaPraja.info : KONAWE — Disaat usaha banyak melesu di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), ternyata pebisnis ikan cupang dan ikan hias tak terdampak.

Bisnis ikan tersebut cukup menggiurkan. Selain sebagai hobi sekaligus obat hiburan bagi pecintanya, juga memberikan keuntungan yang menjajikan.

Bahkan, penjualan ikan cupang dan ikan hias meningkat pesat dimasa pandemi, hal ini dituturkan honorer Polisi Pamom Praja (Pol PP) DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Amirudin (40).

Pedagang ikan cupang dan ikan hias di Unaaha, Kabupaten Konawe ini mengatakan, penjualan ikan tersebut mengalami peningkatan setelah masuk pandemi Covid -19.

“Pas masuk pandemi waktu tahun lalu lumayan, karena mungkin dampak lockdown semua cari kreatif untuk hiburan . Peningkatan setelah pandemi, aquarium, asessoris, pakan ikan, alhamndulillah meningkat,” tuturnya, Selasa (31/8/2021).

Ia menceritakan, ketertarikannya untuk berdagang ikan cupang dan ikan hias, berawal dari hobi dengan modal 125 di tahun 2015. Ia mampu mempertahankan bisnisnya hingga dirinya bisa membangun rumah impiannya secara bertahap.

“Dari 2015, hobi awalnya ikan cupang lama-lama mulai berkembang. Pertama beli ikannya berpasangan, lama-lama berkembang modal awal saya itu Rp125 ribu. Alhmandulillah sudah bisa membangun rumah,” ujarnya.

Ia juga belajar secara otodidak buat aquarium, dengan mengumpulkan kaca-kaca bekas ditempat sampah dan menyulap menjadi aquarium yang cantik, dan menjadi lahan bisnis.

“Saya beli kaca belajar secara otodidak, saya beli pemotong kaca yang agak murah dan dari piket ada waktu luang saya buat aquarimumya. Selain itu, saya cari di tempat sampah kaca-kaca bekas baru bawa pulang kerumah saya belajar sampai saat ini sudah sudah mahir,” ungkapnya.

“Peminat pertama saya anak SMA dari Pondidaha, bikin aquarium ukuran 50 cm buat praktek sekolah, ” tambahnya.

Untuk harga, kata Amiruddin, bervariasi. Dari kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jenis ikannya.

“Cupangnya bervariasi, ada yang Rp20 ribu ada yang Rp50 ribu. Alhmandulillah kalau pemasukan sudah menghasilkan, pembeli ada yang dari Kolaka, Kolaka Timur, Kendari dan Abuki,” pungkasnya.